Senin, 04 Oktober 2010

DIALOG DENGAN NAFSU


Dialog dengan hawa nafsu:
Wahai hawa nafsu...sudah puaskah kamu merusak hatiku, sehingga hatiku hitam pekat dan keras seperti baja. kembalikanlah, kembalikan lah, kembalikanlah hatiku yang suci, engkau telah merusak masa depanku, engkau telah merusak bashirahku dan engkau telah menutup indra keenamku. Mana tanggung jawabmu? Mana janji mu? Aku tak percaya lagi dengan bualanmu.

Wahai hawa nafsu...banggakah kamu mengalahkan akal pikiranku, sehingga pikiranku hanya digunakan untuk memikirkan yang tidak berguna, jarang sekali digunakan untuk memahami ilmu dan memahami ayat-ayat kauniyah-Nya. Sudah, sudah, dan sudah hawa nafsu, aku sudah lelah mengikuti dan menuruti kemauanmu.

Wahai hawa nafsu...senangkah dengan perbuatanmu kepadaku, sehingga kamu senang di atas penderitaanku. Engkau janjikan kebahagiaan tapi hasilnya adalah kesengsaraan, engkau janjikan kemanisan tapi haslinya adalah pahit, dan engkau janjikan putih tapi hasilnya adalah hitam. Apakah itu semua yang engkau kehendaki? Lalu apakah tujuanmu membuat aku seperti itu, apakah kau ingin aku masuk neraka? Tidak, aku belum sanggup.

Wahai hawa nafsu...enyahlah dari diriku, sehingga aku dapat beribadah kepada Allah SWT. dengan bebas. Atau kembalilah bersatu dengan akal agar aku bisa tentram untuk menyongsong masa depanku.
Terima kasih ku ucapkan kepadamu nafsu karena pada saat idul fitri engkau telah menuruti perintah akal, terima kasih yang sebanyak-banyaknya khusus kepadamu nafsu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar